Pendapat Ulama Tentang Bagaimana Hukum Melupakan Hafalan Al-Qur'an

Pendapat Ulama Tentang Bagaimana Hukum Melupakan Hafalan Al-Qur'an


Pendapat Ulama Tentang Bagaimana Hukum Melupakan Hafalan Al-Qur'an. Seiring semakin berkembangnya zaman, kini mulai banyak ditemui di pesantren-pesantren membuat program tahfidz / hafalan al-Qur'an. Para santri antusias mengikuti program tersebut dengan dukungan dari orang tua untuk bisa hafal al-Qur'an, sehingga mereka para santri dituntut untuk menghafal al-Qur'an dengan tajwid yang benar.

Atau ketika ada ujian tafsir, para santri menghafalkan Al-Qur’an dan tafsirnya. Namun, setelah ujian selesai, mereka sengaja mengabaikan hafalan mereka sehingga lupa.

Pertanyaan
Bagaimana hukum lupa terhadap Al-Qur’an yang telah dihafal, sebagaimana disebutkan di atas?

Jawaban
Terdapat perbedaan pendapat; menurut Mazhab Maliki makruh, sedangkan menurut mazhab Syafii haram.

فمذهب مالك رضي الله تعالى: حفظ الزائد عما تصح به الصلاة من القران مستحب اكد ابتداء ودواما فنسيانه مكروه. ومذهب الشافعي نسيان كل حرف منه كبيرة تكفر بالتوبة والرجوع لحفظه. (حاشية الصاوى, 3 – 67) ( اسعاد الرفيق , 2-95)

وفي الحديث القدسي : من شغله ذكري عن مسئلتي اعطيته افضل ما اعطى السائلين, الاءشتغال بحفظه افضل من الاءشتغال بالعلم الزائد على فرض العين, ونسيانه ولو بعذر كمرض واشتغال بعيني كبيرة. (حاشية الشرقاوي, 1-165)

Referensi:
Is'ad al-Rafiq, juz 2 halaman 95
Hasyiyah al-Shawi, juz 3 halaman 67
Hasyiyah al-Syarqawi, juz 1 halaman 165

Bagikan ke:

You Might Also Like: