Hukum Budidaya dan Jual Beli Jangkrik, Ulat Menurut Pandangan Fiqih

Hukum Budidaya dan Jual Beli Jangkrik, Ulat Menurut Pandangan Fiqih


Hukum Budidaya dan Jual Beli Jangkrik, Ulat Menurut Pandangan Fiqih. Belakangan ini budidaya jangkrik, ulat dan sejenisnya cukup populer di masyarakat.

Menurut teori ekonomi, bisnis ini mempunyai prospek yang sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat karena dengan mudal sedikit dan teknis pemeliharaan yang sangat mudah, orang bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Pertanyaan
Bagaimana hukum budidaya atau beternak dan jual beli jangkrik, ulat dan sejenisnya tersebut?

Jawaban
Hukum budidaya jangkrik, ulat dan sejenisnya terdapat perbedaan pendapat ulama. Menurut pendapat imam Syafi’iyah tidak boleh karena tidak ada manfaat yang dilegitimasi oleh syara’, sedangkan menurut imam Hanafiyah dan Malikiyah boleh.

Ibaroh:

Buka/Tutup


Referensi: Hasil keputusan bahtsul masail PCNU Pamekasan
  • al-Mughni ala Syarh al-Kabir, juz IV hal 239
  • al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah, juz II hal 3
  • al-Majmu ala Syarh al-Muhadzdzab, juz IX hal 16
  • al-Jamal, juz III hal 25
  • al-Bujayrimi ala al-Muhtaj, juz II hal 178

Bagikan ke:

You Might Also Like: