Bagaimana Hukum Pemotongan Uang Atau Barang Dalam Jual Beli Tembakau

Bagaimana Hukum Pemotongan Uang Atau Barang Dalam Jual Beli Tembakau


Hukum Pemotongan Uang Atau Barang Dalam Jual Beli Tembakau. Dalam jual beli tembakau, pada umumnya masyarakat sudah mengetahui mengenai pemotongan uang atau barang dagangan oleh pembeli (pihak gudang) dengan alasan amal jariyah, ongkos pekerja, resiko dagang dan alasan lainnya, sehingga praktek tersebut seakan-akan menjadi sistem jual beli tembakau yang sudah dimaklumi oleh kebanyakan masyarakat.

Namun pada kenyataannya sistem seperti itu memberatkan sebagian pihak penjual. Walaupun tersebut sudah diketahui berdasarkan kebiasaan. Jika 1 bungkus tikar tembakau (BTT) dipotong 1 kg maka dalam 100 BTT berarti 1 kwintal.

Dalam kondisi seperti ini pihak penjual tidak bisa menuntut banyak karena sudah terikat dengan aturan pembeli atau sistem jual beli tembakau.

Pertanyaan
Bolehkah pembeli melakukan pemotongan dengan jumlah tertentu berdasarkan alasan diatas (besar potongan biasanya ditentukan pembeli secara sepihak dan terkadang tertulis dalam nota jual beli), jika tidak boleh bagaimana solusinya mengingat hal ini sudah menjadi kebiasaan?

Jawaban
Pemotongan yang sesuai dengan kadar bungkus / kemasan dalam jual beli, seperti pemotongan tikar pembungkus dalam jual beli tembakau, maka hukumnya boleh

Sedangkan pemotongan dengan alasan selain bungkus / kemasan tidak boleh jika dilakukan pada waktu akad. Namun jika disepakati diluar akad, baik sebelum atau sesudahnya, maka hukumnya boleh

Ibaroh:

Buka/Tutup


Referensi:
Hasyiyah al-jamal ala Syarh Minhaj, juz 3 hal 36
al-Majmu, juz 9 hal 304 dan 374-375
al-Syaqawi, juz 2 hal 52-53
al-Asybah wa al-Nadhair, hal 67

Pertanyaan
apakah boleh kebiasaan / adat dapat dijadikan dasar diperbolehkannya pemotongan tersebut, mengingat sebagian penjual merasa dirugikan dengan sistem jual beli tersebut?

Jawaban
Apabila kebiasaan yang sesuai dengan syara; seperti pemotongan yang sesuai dengan kadar berat bungkus / kemasan, maka bisa dijadikan dasar diperbolehkannya pemotongan jual beli tembakau

Sedangkan kebiasaan yang bertentangan dengan syara; seperti pemotongan dengan alasa-alasan selain kemasan, maka adat kebiasaan tersebut tidak bisa dijadikan dasar bolehnya pemotongan tersebut.

Ibaroh:

Buka/Tutup


Referensi:
al-Asybah wa al-Nadhair, hal 65-66
I’anah al-Thalibin, juz 3 hal 155
Dar al-Ahkam Syarh Majallah al-Ahkam, juz 1 hal 40-42

Pertanyaan
Bolehkan pembeli mengambil sampel tembakau yang dibawa oleh calo ketika menentukan harga?

Jawaban
Tidak boleh kecualai ada kerelaan dari pemiliknya, baik dengan cara diminta atau mempunyai dugaan bahwa pemiliknya merelakan dengan pertimbangan situasi dan kondisi, kadar barang yang diambil, dan tidak ada unsur lain seperti karena malu.

Ibaroh:

Buka/Tutup


Referensi
I’anah al-Thalibin, juz 3 hal 155
al-Bajuri ala Ibnu Qasim, juz 2 hal 128
Hasyiyah al-jama, juz 3 hal 368
al-Fatawa al-Kubra, juz 4 hal 116
al-Syarwani, juz 6 hal 314
Syarh Sullam al-Taufiq, hal 66

Sumber: Hasil Keputusan Bahtsul Masail PCNU Pamekasan

Bagikan ke:

You Might Also Like: