Bagaimana Hukum (Halalkah) Hadiah Kuis, Undian dan Perlombaan?

Bagaimana Hukum (Halalkah) Hadiah Kuis, Undian dan Perlombaan?


Bagaimana Hukum (Halalkah) Hadiah Kuis, Undian dan Perlombaan?. Berbagai macam cara dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi tertentu untuk mensosialisasikan programnya. Diantaranya dengan menggelar suatu kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, seperti jalan jalan santai (JJS), senam pagi dan sebagainya.

Untuk mengundang minat peserta, biasanya pihak panitia / sponsor menjanjikan berbagai macam hadiah menarik dengan cara pengundian kupon-kupon peserta yang dibeli atau diperoleh dari panitia atau dengan kuis-kuis dan perlombaan. Biasanya semua bentuk hadiah sudah disediakan oleh panitia / sponsor sebelum kegiatan dimulai dan sengaja dipamerkan untuk lebih meyakinkan calon peserta.

Pertanyaan

  1. Bagaimana hukum (halalkah) hadiah yang diperoleh dari hasil pengundian, kuis dan perlombaan seperti tersebut diatas, mengingat ada unsur untung rugi dan kalah menang?
  2. Bagaimana kriteria suatu undian, kuis dan perlombaan supaya tidak termasuk dalam kategori qimar (jvdi)?

Jawaban

  1. Hadiah dari suatu undian, kuis. Apabila terdapat unsur untung rugi dari peserta seperti pembelian kupon, maka hukumnya haram. Sedangkan hadian perlombaan, apabila hadiahnya diambil dari uang pendaftaran peserta, hukumnya haram. Dan apabila tidak diambil dari uang peserta, maka hukumnya halal.
  2. Undian, kuis dan perlombaan yang diadakan harus menghindari ketentuan-ketentuan qimar seperti unsur untung rugi dalam pelaksanaannya.

Selengkapnya tentang konsep dan ketentuan qimar, bisa anda simak pada artikel berikut ini:
Mendalami konsep qimar dalam kajian fiqih

Ibaroh:

Buka/Tutup


Referensi:
Is’ad al-Rafiq, juz 2 hal 102
Rawai al-Bayan, juz 1 hal 179
Al-Bajuri, juz2 hal 309
Al-Mughni, juz 10 hal 171
Al-Fawakih al-Dawani, juz 2 hal 285
Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, hal 295
Siraj al-Wahhaj, hal 569

Bagikan ke:

You Might Also Like: