Bagaimana Hukum Arisan dan Termasuk Akad Apa Menurut Kacamata Fiqih

Bagaimana Hukum Arisan dan Termasuk Akad Apa Menurut Kacamata Fiqih


Bagaiamana Hukum Arisan dan Termasuk Akad Apa Menurut Kacamata Fiqih. Pada prinsipnya arisan termasuk tolong menolong antar sesama yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Dalam prakteknya, para anggota mengadakan kesepakatan nominal iuran, waktu pelaksanaan, bentuk arisan berupa uang / barang / jasa seperti naik haji dan sebagainya. Untuk menentukan pemenang (pengambil giliran) dilakukan dengan cara mengundi nomor peserta.

Ada salah satu tokoh agama berpendapat bahwa dalam praktek arisan tersebut terdapat unsur untung rugi yang mengakibatkan tidak bolehnya praktek tersebut, karena masa tenggang (giliran pemenang arisan) antara satu anggota dengan yang lain kadang-kadang bersamaan dengan berubahnya nilai uang, sehingga yang mendapat giliran akhir tentunya dirugikan.

Pertanyaan

  1. Dinamakan akad apakan praktek arisan tersebut?
  2. Benarkah pendapat tokoh agama dengan pertimbangan hukum seperti tersebut diatas?
  3. Bolehkah dalam arisan barang atau jasa jumlah nominal disesuaikan dengan harga barang atau jasa yang berlaku pada waktu pelaksanaan arisan?

Jawaban

  1. Termasuk akad qardlu (hitang piutang)
  2. Tidak benar, karena akad qardlu mengandung unsur tolong menolong sehingga tidak memperhitungkan unsur untung rugi.
  3. Boleh

Ibaroh:

Buka/Tutup


al-Mahalli, juz 2 hal 287
Hasyiyatani Qalyubi wa ‘Umayrah, juz 2 hal 321
Mughni, juz 2 hal 118
Nihayah al-Muhtaj, juz 4 hal 225
al-Majmu, juz 13 hal 174
Hamisy I’anah al-Thalibin, juz 3 hal 53

Bagikan ke:

You Might Also Like: